Yasukel Bangun Kemitraan Wujudkan Semangat Awal

Oleh Frans Obon

ENDE — PERTAMA kalinya Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ende Lio (Yasukel) menggelar pertemuan dengan para pengawas sekolah. Pertemuan yang berlangsung di aula Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung di Jln Durian, Sabtu (14/7) ini dimaksudkan untuk membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Tema pertemuan “Membangun Kemitraan demi Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Ende”.

Sekretaris Yasukel Piet Puli mengatakan, sejarah panjang pengelolaan sekolah-sekolah Katolik di Flores menunjukkan bahwa semangat kebersamaan orang Flores bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dibanggakan. “Yasukel mau membangun sebuah kemitraan yang efektif dan efisien sehingga kita semua bisa memuaskan mereka yang kita layani,” katanya.

Pola kemitraan yang dibangun ini, katanya, mengandaikan prinsip dasar bahwa kepemimpinan yang efektif dan efisien akan berhasil bila orang-orang yang terlibat di dalam proses tersebut dianggap sebagai sahabat, rekan kerja.
Baca lebih lanjut

Partisipasi Politik Perempuan Belum Optimal

Oleh Frans Obon

ENDE — Partisipasi politik perempuan masih belum optimal setidaknya dari hasil pemilu legislatif 9 April lalu. Hampir di setiap daerah, calon anggota legislatif perempuan yang lolos ke lembaga legislatif mengalami penurunan dibandingkan dengan Pemilu 2004.

Maria Matildis Banda, Lusia Adinda Lebu Raya, dan Frans Obon

Maria Matildis Banda, Lusia Adinda Lebu Raya, dan Frans Obon

Maria Matildis Banda dalam diskusi panel yang digelar Dharma Wanita Persatuan Unit Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kantor Departemen Agama Kabupaten Ende, Rabu (24/6) mengatakan, penurunan suara tersebut selain karena keputusan Mahkamah Konstitusi yang menentukan bahwa caleg yang lolos berdasarkan suara terbanyak, tetapi juga disebabkan oleh pilihan politik perempuan sendiri yang tidak mendukung keberadaan perempuan di legislatif.

Pembicara lain dalam diskusi panel ini, yang dihadiri utusan dari Departemen Agama sedaratan Flores-Lembata dan Sumba serta Timor adalah Ketua Pembina Dharma Wanita Provinsi NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, dengan moderator Frans Obon. Lusia Adinda, istri Gubernur Frans Lebu Raya ini membawakan makalah berjudul: ”Peranan Wanita dalam Tatanan Global”. Tema diskusi, ”Dharma Wanita: Wadah Pengembangan Jati Diri di Tengah Tata Dunia”.
Baca lebih lanjut

Bappeda Ende Bahas RPJMD

Oleh Frans Obon

ENDE — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ende dengan mengundang berbagai pemangku kepentingan menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ende lima tahun ke depan sebagai panduan dan tonggak bagi penyusunan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pengukuran pencapaian bupati dan wakil bupati selama lima tahun mendatang.

Kepala Bappeda Domi M Mere dan Dion Ali

Kepala Bappeda Domi M Mere dan Dion Ali

Dalam Musrenbang dua hari, Jumat hingga Sabtu (3-4/7) komisi-komisi akan membahas secara lebih detail prioritas-prioritas yang akan diakomodasi dalam RPJMD tersebut dan para pendamping ahli akan memberikan masuka-masukan demi mengkristalisasi pemikiran dan langkah-langkah strategis.

Kepala Bappeda Ende Dominikus M Mere mengatakan, RPJMD yang akan dihasilkan ini tentu saja tidak bisa menampung seluruh aspirasi orang perorangan, tetapi paling tidak keterlibatan banyak pihak dalam pembahasannya mencerminkan sebagian besar aspirasi masyarakat dan dokumen RPJMD ini akan menjadi pedoman bagi SKPD untuk menyusun program.

Bupati Ende Don Bosco M Wangge dalam sambutan pembukaan Musrenbang menegaskan bahwa regulasi pemerintah mengharuskan bupati dan wakil bupati terpilih sudah menyusun RPJMD sebagai perwujudan visi dan misi tiga bulan setelah dilantik. Dia bilang RPJMD ini diharapkan dapat merangkum sebanyak mungkin aspirasi masyarakat yang akan tercermin dalam prioritas-prioritas program pembangunan ke depan. Dokumen ini, katanya, akan menjadi acuan bagi SKPD merancang dan menyusun program. “Program-program ini akan dibiayai oleh APBD dan sumber-sumber lainnya,” kata Bupati.
Baca lebih lanjut

Komunikasi Antaretnik Lewat Bolakaki

Oleh Frans Obon

PEKAN DEPAN terunamen tahunan bergensi di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan berlangsung di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, Flores. El Tari Memorial Cup adalah sebuah turnamen yang dirintis mantan Gubernur El Tari.

Pertandingan sepak bola tingkat provinsi ini pertama-tama dimaksudkan oleh Gubernur El Tari untuk menciptakan keseimbangan di dalam pembangunan. Bahwa dalam tubuh masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula.

Kalau sekarang masih terdapat kasus gizi buruk, kemiskinan masih jadi kubangan masyarakat kita, hal itu menunjukkan bahwa strategi pembangunan para pemimpin kita kurang tepat. Resep yang mereka berikan bisa saja copy paste dari strategi di tempat lain. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa para pemimpin kita memang tidak mengenal realitas masyarakat mereka. Atau mereka mengenal realitas masyarakatnya, tapi mereka tidak cermat dalam menganalisis masalahnya.

Pembangunan bisa juga berjalan di tempat meski anggaran yang makin meningkat tiap tahun. Tidak adanya dampak signifikan, bisa pula disebabkan karena anggaran tersebut tidak meresap sampai ke masyarakat akar rumput karena memang terlalu banyak lubang korupsi di setiap pos pemerintah. Hal serupa sekarang telah menjalar sampai ke masyarakat pedesaan.
Baca lebih lanjut

Saatnya Koperasi Jadi Andalan

Oleh Frans Obon

BAJAWA — Selamat kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay atas prestasi yang diraihnya. Koperasi yang beranggotakan sekitar 8.902 anggota ini dengan aset Rp70 miliar lebih dan simpanan non saham Rp59 miliar lebih memperoleh predikat koperasi kredit berprestasi tingkat nasional. Anggota Kopdit ini ada di Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo dan sebagian di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Bersamaan dengan itu Bupati Ngada Piet Jos Nuwa Wea dinobatkan sebagai tokoh koperasi.

Gerakan koperasi kredit di Ngada, Nagekeo dan Ende sungguh luar biasa. Pertumbuhan anggota tiap tahun meningkat. Sejalan dengan itu aset koperasi juga bertambah baik simpanan saham maupun simpanan non saham. Pengelolaannya pun sudah dilakukan secara komputerisasi. Manajemen diberi peluang untuk mengikut pelatihan, studi banding pada gerakan koperasi kredit di Jawa dan Kalimantan, dan studi banding di Bangkok (Thailand) Filipina, dan Bangladesh.

Tidak kurang dari itu banyak tenaga ahli di bidang koperasi terutama dari Gerakan Koperasi Kredit Asia (ACCU) Bangkok datang ke Puskopdit untuk memberikan pelatihan manajemen, pelatihan kelompok lapangan, dan para pengurus. Selain itu bekerja sama dengan VSO dan lembaga nirlaba lainnya dalam hal pelatihan pengelolaan keuangan. Networking yang dibangun berhasil memajukan gerakan koperasi kredit.
Baca lebih lanjut

Budaya Bukan Sebatas Seremoni

Oleh Frans Obon

RUTENG — Orang mulai bertanya apakah ada agenda tersembunyi di balik peresmian kantor Bupati Manggarai yang dilakukan selama dua pekan? Karena pada kesempatan ini Bupati Christian Rotok dan Wakil Bupati Kamelus Deno mengundang tokoh-tokoh dari kecamatan-kecamatan menghadiri acara tersebut. Karena kemungkinan besar pasangan Christian Rotok-Kamelus Deno akan melanjutkan duet mereka untuk jilid II, maka orang menduga Bupati dan Wakil Bupati menggunakan kesempatan ini untuk kepentingan suksesi 2010. Namun Bupati Rotok menyangkal dugaan ini pada konferensi persnya.

Kita tidak ingin masuk dalam duga menduga seperti ini. Kalau duet Christian Rotok-Kamelus Deno dilanjutkan untuk periode berikutnya dan memobilisasi dukungan melalui kunjungan kerja dan kegiatan pemerintah, mungkin itu adalah keuntungan mereka sebagai orang yang lagi berkuasa (incumbent).

Yang ingin kita tekankan di sini adalah pendekatan budaya yang dilakukan pemerintah tidak boleh hanya menyentuh permukaan atau kulit luar. Karena kalau hanya sekadar kulit luar, permukaannya saja, terdapat peluang yang lebih besar untuk memanipulasi budaya untuk kepentingan kekuasaan.

Kebudayaan pada intinya adalah pencerminan dari persepsi terhadap diri dan terhadap lingkungan di dalam sebuah komunitas. Kebudayaan adalah ungkapan jati diri, ungkapan kuni agu kalo Manggarai. Siapa orang Manggarai itu dapat dilihat dari kebudayaan mereka. Bagaimana orang Manggarai memaknai lingkungan sosial dan lingkungan bio-fisisnya. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa.
Baca lebih lanjut

Jangan Main-Main dengan Proyek Irigasi

Oleh Frans Obon

BAJAWA — Kalangan DPRD Ngada mempersoalkan proyek irigasi pedesaan di Boti, Kelurahan Mataloko Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Proyek bernilai dua ratusan juta lebih itu terkesan tidak tuntas dan tidak bermutu karena dikerjakan asal jadi. Meski begitu pemerintah sudah mengajukan ke DPRD tambahan dana lima puluh juta. Dinas Pekerjaan Umum sebagai pemilik proyek mengatakan, penambahan tersebut diajukan karena ada permintaan dari masyarakat.

Mengapa kita ingatkan agar dalam proyek irigasi, pemerintah harus bisa menunjukkan komitmen seriusnya agar mutu proyek menjadi lebih baik. Pertama-tama karena proyek irigasi erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dasar kita semua. Risikonya amat besar jika kontraktor yang mengerjakan proyek irigasi setengah hati. Apalagi kalau proyek irigasi itu terbengkalai.

Kita punya pengalaman banyak. Para petani sawah kita tidak bisa mengerjakan lahan mereka pada waktunya karena keterlambatan penyelesaian proyek irigasi. Dampak lanjutannya adalah produksi sawah menurun. Stok beras menjadi tidak aman. Para petani jatuh miskin.
Mengapa miskin? Karena karakter petani sawah kita sebagian besar mengandalkan panen padi untuk membiayai semua kebutuhan mereka.
Baca lebih lanjut